Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now 

Recent Comments

Pasang Iklan Gratis

Wednesday, February 8, 2012

Metode Proyek Dan Eksperiment


PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkn potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengabdian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, bangsa dan negara. (UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Thn 2003). Dalam konteks pendidikan formal, kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang pokok. Kegiatan belajar mengajar merupakan proses interaksi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru merupakan faktor dominan dan paling bertanggung jawab atas terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. Oleh karena itu,
guru dalam mengajarkan suatu bahan pelajaran memerlukan pengorganisasian dan semua komponen-komponen behan mengajar. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengemukakan komponen-komponen belajar mengajar adalah : Tujuan, Bahan pelajaran, Kegiatan belajar mengajar, Metode, Alat, Sumber pelajaran,Evaluasi.
Salah satu komponen yang penting dalam pelajaran adalah metode mengajar, yang merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan pengajaran, yang merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan pengajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Abu ahmadi dan Tri prasetya (2005 : 52) bahwa: “Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar dipergunakan oleh seoraug guru atau instruktur” Pemilihan terhadap metode yang akan digunakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Disamping itu pemilihan dan penggunaan metode mengajar dapat mengefektifkan kerja guru. Dalam menggunakan atau memilih suatu metode tersebut, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Hak ini menunjukkan bahwa tidak ada suatu metode pun yang efektif. untuk setiap bahan yang akan disajikan. Adapun macam-macam metode mengajar Menurut Syaiful bahri Djamarah dan Aswan Zain yang pada umumnya dipakai dalam proses belajar mengajar adalah : Metode Proyek, Metode Eksperimen, Metode Tugas dan Resitasi, Metode Diskusi, Metode Sosiodrama, Metode Demonstrasi, Metode Problem Solving, Metode Karyawisata, Metode Tanya Jawab, Metode Latihan, Metode Ceramah.
PEMBAHASAN
Jenis-jenis Metode Mengajar (Metode Proyek dan Metode Eksperimen)

Sebagai salah satu komponen pengajaran, metode menempati peranan yang tidak kalah petingnya dari komponen lalinnya dalam kegiatan belajar mengajar. Tidak ada satupun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan metode pengajaran. Ini berarti guru memahami benar kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar mengajar. Motivasi ekstrinsik menurut Sardiman. A.M (1988;90) adalah motif – motif yang aktif dan berfungsinya, karena adanya perangsang dari luar. Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang.
Dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relative lama. Daya serap anak didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam – macam, ada yang cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat. Factor intelegensi mempengaruhi daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Cepat lambatnya penerimaan anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan menghendaki pemberian waktu yang bervariasi, sehingga penguasaan penuh dapat tercapai. Metode adalah pelican jalan pengajaran menuju tujuan. Ketika tujuan dirumuskan agar anak didik memiliki keterampilan tertentu, maka metode yang digunakan harus sesuai dengan tujuan. Antara metode dan tujuan jangan bertolak belakang. Artinya, metode harus menunjang pencapaian tujuan pengajaran. Bila tidak, maka akn sia – sialah tujuan tersebut.
Guru sebaiknya memperhatikan dalam pemilihan dan penentuan metode sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di kelas. Efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam suatu pelajaran, sebagai persiapan tertulis. Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreativ bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemulihan dan penetuan metode yang bagaimana yang akan dipilih untuk mencapai tujuan pengajaran.
1.      Metode Proyek.

Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya. Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar.
a)      Kelebihan Metode Proyek
1)      Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
2)      Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
b)      Kekurangan Metode Proyek
1)      Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini;
2)      Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan;
3)      Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
2.      Metode eksperimen
Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri , mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.
Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :
a.       Kelebihan metode eksperimen :
1)      Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya.
2)      dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
3)      Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
b.      Kekurangan metode eksperimen :
1)      Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi.
2)      metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal.
3)      Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.
4)      Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.



KESIMPULAN

1. Metode mengajar mempunyai fungsi yang penting di dalam mencapai tujuan pengajaran, karena tanpa metode yang efektif tujuan pengajaran tidak akan berhasil dengan baik.
2. Dalam pemilihan metode mengajar perlu mempertimbangkan beberapa faktor antara lain faktor tujuan yang ingin dicapai, faktor siswa, faktor guru, faktor materi dan faktor dana dan fasilitas.
3. Setiap metode mengajar mempunyai karakteristik tersendiri yaitu berupa kelebihan dan kekurangan. Untuk menutupi kekurangan suatu metode maka metode tersebut harus digunakan secara terpadu dengan metode lainnya. Dengan demikian dalam kegiatan belajar mengajar akan terdapat bebarapa metode yang digunakan secara padu.
4. Pemilihan metode mengajar didasarkan atas kemampuan seorang Guru dalam menggunakan metode mengajar den sesuai dengan bahan yang diajarkan.

DAFTAR PUSTAKA
Djamarah Bahri Syaiful.,Drs dan Zain Usman.,Drs. Strategi Belajar Mengajar, Banjarmasin,Rineka Cipta l995.
Hamalik,Oemar. Dr. Prof,2001, Proses Belajar Mengajar. Bandung:Balai Pustaka
Nasution,S.Prof.Dr., Proses Belajar Mergajar,Asas strategi Metode, Jurusan Pendidikan Dunia Usaha. FPIPS IKIP Bandung,1985.
Usman Uzer. Moh. Drs, 1995, Menjadi Guru Proposional. Bandung Remaja RosdaKarya

No comments:

Post a Comment